my tumblrrrrrrrr :D
Kami hanya sekedar mengagumi

“Bu Dilla gimana mau punya pacar, Pak. Orang dia demennya korea muluuu, cowo korea didemeniin”

Kalimat diatas diucapkan oleh salah satu rekan kerja saya di sekolah, rekan kerja saya yang lebih muda dari saya–yang memang bukan seorang kpopers.


Jumat sore lalu, saya dan wakasek sedang berbincang ringan. Sebenarnya sih arah pembicaraannya lebih ke soal jodoh. Wakasek saya memulai pembicaraan terlebih dahulu.

W: Bu Dilla selama kuliah ga punya temen deket gitu? Yang dateng ke rumah

BD: Temen deket? Lawan jenis atau gimana nih, pak? (saya jujur bertanya karena memang ingin memperjelas, bukan pura22 bego yaa hehe)

W: Yaiya buu, lawan jeniss. Masa sesama jenis hahahaha

BD: Hoalahh haha, kalo pas kuliah belum pernah pak. Gaada temen deket laki22. (mungkin maksud beliau mau menanyakan apakah saya sudah pernah pacaran atau belum kali yaaa haha, tapi kurang to the point aja)

W: Yang bener? Jadi belum pernah punya temen deket yang dateng ke rumah gitu? (re: punya pacar terus diapelin ke rumah)

BD: Hoo, pernah pak pas sma. Tapi setelah itu belum pernah lagi hehe

W: Lah kenapa bu?

BD: Yaa emang belom ada ajaa pakk.

BC: Bu Dilla gimana mau punya pacar, Pak. Orang dia demennya korea muluuu, cowo korea didemeniin.

*DHEGGGG*
maksudnya apa nih?

BD: Lah? Ibu (meskipun dia lebih muda, tetap saya panggil ibu) ko gitu? Bu Dilla emang suka koreaan tapi bukan berarti Bu dilla nyari pacar yg ganteng seganteng aktor/idol korea, bu. Kalo soal pacar ya memang belom aja kali haha gaada hubungannya sama koreaan.

BC: oh gituu.


Kalimat yang diucapkan BC cukup membuat saya kesal. Sungguh.

Saya merasa ko setiap kpopers yang jomblo selalu dikaitkan bahwa–dia ga punya pacar karena nyari pacar yang kaya artis korea–. Nyebelin.

Begini, dari sma saya memang fangirl. Entah itu fangirl One Direction atau aktor/idol korea. Kalau boleh jujur, saya terkadang jengkel sekali dengan orang yang mengaitkan jiwa fangirl saya dengan status saya yang masih jomblo. Entahlah. Menurut saya gaada hubungannya saya yang suka koreaan dengan saya yg jomblo.

Apa salahnya sih jadi seorang fangirl? Di luar sana banyak fangirl yang benar22 bisa bertemu dan dekat dengan idolanya. Bahkan banyak yang bisa keliling luar negeri gratis krn fangirl. Jadi saya rasa ga usahlah nyinyirin kami.


Mungkin banyak yang mikir kalo standar pacar atau pasangan seorang kpopers ialah laki-laki yang punya wajah cantik, badan roti sobek, kulit putih terawat, bawa bunga, dsb. Iya? Begitu? Rekan kerja saya tadi juga mungkin berpikiran seperti itu.


To be honest, saya tidak menjadikan artis/idol korea atau one direction sebagai standar untuk pendamping saya.
Saya justru malah menginginkan laki-laki yang tidak suka apapun tentang koreaan. Saya menginginkan laki-laki yang Indonesia bangettt. Laki-laki yang suka sepak bola, suka film22 marvel atau action lainnya, bukan laki22 fanboy jugaaaa.


That’s why saya agak jengkel dengan orang yang berpendapat seperti itu tentang kpopers. Kami (kpopers) memang suka apapun tentang korea, entah itu aktor, idol, drama korea, makanan korea, dsb tapiiii bukan berarti kami (khususnya saya) yang memang sedang jomblo ini sangat menginginkan laki-laki wajah tampan ala korea untuk menjadi pendamping. Sungguh.


Untuk saya pribadi, saya lebih menginginkan laki-laki yang bukan fanboy tapiii dia tidak melarang saya untuk menyukai aktor/idol korea atau one direction dan tidak cemburu di saat saya memuji artis22 itu. Kenapa? Karena pendamping saya kelak dan aktor/idola korea itu memiliki tempat yang berbeda di hati saya. Ibaratnya pendamping hidup saya kelak mengisi 3/5 hati saya dan artis korea itu hanya 1/5 nya.


Jadiiiii, ya jelas saya jengkel kalo ada yg bilang saya jomblo karena artis korea. Saya masih bisa terima kalo ada yg bilang saya jomblo karena belum bisa masak atau masih kurang patuh sama orang tua. Lagipula, kalau memang sampai saat ini saya masih jomblo, saya merasa karena Allah belum mempertemukan saya dengan laki-laki yang baik dan pantas untuk saya.


Saya pernah baca tweet di timeline twitter saya yang menyatakan bahwa suatu saat nanti kita kan dipertemukan dengan seseorang yang menerima apa adanya kita, yang menerima ke-absurd-an kita, yang menerima segala kebiasaan anehnya kita.
Saya juga yakin, meskipun saya fangirl seperti ini, suatu saat nanti saya akan menemukan laki-laki yang menerima saya. Laki-laki yang mengizinkan saya untuk mengagumi oppa-oppa korea ataupun personil one direction meskipun ia tidak suka hal tersebut. Saya yakin itu.


Kami (para kpopers) hanya mengagumi oppa-oppa kami. Bukan berarti kami delusional dan menginginkan mereka untuk menjadi pendamping hidup kami.

Kesalahanmu yang pertama adalah kamu mengenalnya, hingga kau menjadi dekat dengannya. Kesalahan selanjutnya adalah kamu mencintainya, hingga kau menaruh harapan untuk memilikinya. Kesalahan berikutnya adalah kamu memberitahunya bahwa kamu mencintainya, hingga ia berbuat sesukanya. Kesalahan yang paling fatal adalah kamu sudah terlanjur menjatuhkan hatimu sejatuh-jatuhnya, hingga berapa kalipun ia membuatmu terluka kau tetap selalu memaafkannya.
Terlanjur sudah (via kujagabulanbersinaruntukmu)
Jika esok jarak kita benar semakin mendekat. Percaya saja bahwa ini bukanlah suatu kebetulan. Tapi Tuhan dan semestaNya memang telah menentukan

Hujan Mimpi

(via hujanmimpi)
Gausah puji gue kek gitu. Gue orangnya baperan.
rievinskafirsty:
“gegara fenomena anak gantengnya ustad nikah umur 17 tahun, fitur explore instagram gue dibanjiri akun-akun (katanya) dakwah pada nyuruh nikah muda, yang di-like entah siapa di list following gue. this is why I do not follow those...

rievinskafirsty:

gegara fenomena anak gantengnya ustad nikah umur 17 tahun, fitur explore instagram gue dibanjiri akun-akun (katanya) dakwah pada nyuruh nikah muda, yang di-like entah siapa di list following gue. this is why I do not follow those (katanya) dakwah accounts. baik di line ataupun ig sebagai socmed aktif gue. bukannya mengajak perempuan untuk produktif agar lebih berguna bagi sesama, ini malah kontennya bikin galau dan mendorong perempuan agar buru-buru menikah. meh. apa bedanya akun yang (katanya) dakwah itu sama akun-akun abege labil yang isinya galauin cowok? beda bungkus aja sih. satu pakai bungkus agama, satunya enggak. tapi isinya sama. ngebet pengen berdua-duaan sama lawan jenis.

I mean, yes I believe marriage is completing half of our deen, tapi nikah bukan balapan yang harus diburu-buru kan? kenapa nggak lebih mengarahkan perempuan untuk mengejar pencapaian-pencapaian mereka? karena toh kalau memang yakin dengan takdir Allah, tulang rusuk yang hilang juga akan dipertemukan dengan pemiliknya at the right time, kan? bukannya maksain buru-buru minta dihalalin biar bisa saling pegangan, ciuman, dan ena-ena dengan dalih ibadah. marriage is so much more than making sex halaal.

output gerakan si akun-akun (katanya) dakwah ini bikin jadi banyak perempuan muda ngebet nikah karena ingin segera dihalalkan (duh, tapi kamu kan bukan babi?!?!?) dan ngebet minta dikhitbah. seolah pilihan hidup perempuan muda cuma dua: nikah muda atau pacaran. pacaran (katanya) mendekati zina. jadi daripada dosa mendingan nikah muda.

like… hell-o, man……

picik sekali rasanya kalau para penggerak (apa yang mereka yakini sebagai) dakwah ini berpikir perempuan kalau nggak nikah muda, ya pasti bakal buang-buang waktu dengan pacaran gak ada juntrungan. entah darimana sesat pikir macam ini berawal. mereka kayak lupa perempuan itu adalah madrasah pertama anaknya, yang pastinya seorang perempuan butuh banyak mengeksplor ilmu pengetahuan dan pengalaman supaya anaknya bisa dididik oleh sosok ibu cerdas dan berwawasan luas. jadi apa kalau nggak nikah muda, perempuan pasti akan menghabiskan waktunya cuma buat pacaran? emang otak perempuan isinya cuma lelaki doang?

duh!

gue bisa dibilang super jarang melihat akun (katanya) dakwah yang mendorong perempuan mencari ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya atau memperluas pergaulan sampai ke kancah global sebagai bekal untuk mendidik anak masing-masing di masa depan nanti.

isi akun itu melulu cuma: ayo nikah, ayo halalin aku, ayo kasih aku kepastian…

dengan balutan agama.

buat saya efek yang diciptakan akun-akun (katanya) dakwah ini sama mengerikannya dengan (apa yang mereka yakini sebagai) konspirasi yahudi. sudah banyak perempuan yang “teracuni” untuk ngebet dihalalkan, meskipun bisa jadi secara mental belum siap. padahal anak butuh keluarga harmonis dan orangtua yang tidak labil.

all in all, mau nikah umur berapapun, itu pilihan masing-masing individu. tapi mbok ya janganlah menggencarkan nikah muda dengan cara-cara yang salah. dibalutkan agama dan membuat perempuan jadi galau menunggu pangeran berkuda putih datang meghalalkan (padahal si perempuan bukan babi peliharaan). ujung-ujungnya karena ngebet nikah tapi masih labil, banyak juga yang minta cerai karena nggak kuat menerpa badai rumah tangga. gue baca di artikel pikiran rakyat, angka perceraian di Indonesia bahkan mencapai 1000 per harinya, dan sekitar 40 kasus per jamnya. nggak bisa dipungkiri dari angka sebanyak itu banyak mereka-mereka yang menyesali kelabilan akan kengebetan mereka yang dulu ingin buru-buru minta dihalalkan. contoh masalah yang terjadi akibat fenomena ini adalah masalah keuangan. yes. doo-eet. (sumber: buku The Alpha Girl’s Guide by Henry Manampiring)

padahal masa-masa muda itu bisa dipakai dengan melakukan banyak hal di dunia ini. terlalu banyak ilmu pengetahuan, terlalu banyak jenis orang, dan terlalu banyak tempat untuk dieksplor. so please, jangan mendoktrinkan sesat pikir “nikah muda biar lekas halal”. karena kamu bukan babi. eh bukan deng, karena nikah bukan cuma menghalalkan pegangan tangan, ciuman, dan seks. kalau memang sudah siap dengan segala konsekuensinya, oke, itu pilihanmu. tapi gak usah “meracuni” perempuan lain yang merasa belum siap untuk mengikuti jejakmu juga.

karena yang diekspos akun-akun (katanya) dakwah itu juga cuma bagian enaknya nikah muda doang. macam gunung es aja. di bawahnya jelas banyak masalah dan justru malah itu yang esensial tapi nggak pernah dibahas mendalam. entah kenapa. padahal masalah basic seperti problem finansial atau emosi kedua belah pihak yang masih mirip bocah merupakan hal krusial yang penting dibahas kalau mau menikah muda.

jangan berdalih dengan cuma punya modal nekat aja ngelamar dan atau menerima lamaran anak orang. ini pernikahan, bukan mau terjun buat sky diving. nekat doang gak bakal bisa beli susu bayi atau bayar listrik. kecuali situ mau nekat menodong kasir minimarket atau kasir pln buat memenuhi kebutuhan-kebutuhan rumah tangga. yakali banget kan?

buat kamu-kamu yang sudah menikah dalam usia yang terbilang muda: selamat! kamu sungguh sangat berani menempuh hidup baru yang isinya kamu dan pasanganmu (dan juga anak-anak kalian), bukan cuma dirimu sendiri lagi. gue paham, meskipun dua orang yang hidup bersama akan lebih menggandakan masalah daripada satu orang, tapi jelas kebahagiaannya juga berlipat ganda dibandingkan dengan kami-kami yang masih hidup untuk diri sendiri. gue berdoa semoga kalian selalu diberkahi hidup dan pernikahannya.

buat kamu-kamu yang galau-galau pengen dikhitbah: yakinkan hati, beneran udah siap? atau cuma disiap-siapin, padahal sebetulnya cuma pengen bisa punya pasangan halal buat pegangan tangan dan enak-enakan? kalau beneran udah siap, selamat! semoga pangeranmu lekas datang. kalau ternyata belum, ya santai cyin, hidupmu masih panjang. di Pakistan sana, dulu Malala Yousafzai sampai ditembak taliban karena memperjuangkan hak-hak perempuan untuk bersekolah. lah kamu sudah hidup di negara yang tidak mempermasalahkan sekolah bagi anak perempuan, masa galau berkepanjangan hanya karena Allah belum memberi sang pangeran? malu atuh ih sama Malala. padahal akses kamu untuk mendapatkan pendidikan dan memperluas pengetahuan gak sesulit saudara-saudara kita di pakistan. ingat an-nuur 26 laaah. pastinya perempuan cerdas juga untuk lelaki cerdas juga kan?

buat kamu-kamu yang masih ingin mengeksplor banyak tentang dunia sebelum menikah: selamat! anak-anak berhak terlahir dari rahim ibu yang cerdas dan suamimu berhak mendapatkan pasangan hidup yang mampu menopang keutuhan rumah tangga dengan pengetahuan dan pengalamannya.

buat kamu-kamu lainnya yang kebetulan baca tulisan gue sampai disini: ini suara hati gue dan beberapa netizen di ask.fm Om Manampiring yang lelah dengan fakta kalau tren nikah muda tapi modal nekat semakin dikuarkan oleh akun-akun (katanya) dakwah. beberapa dari kalian mungkin nggak setuju dengan opini ini dan beberapa mungkin berpikir “liberal amat sih lu jadi cewek”. it’s okay, kita punya sudut pandang masing-masing. saya hargai pendapat kalian bila berbeda dari saya. and i hope you guys do the same thing too.

depok,
9 agustus 2016

-RRF-

sumber gambar: ask.fm/manampiring
sumber artikel: Pikiran Rakyat Online
sumber buku: The Alpha Girl’s Guide by Henry Manampiring. milik pribadi penulis. worth to read.

#opini

Aku kehilangan seseorang yang bahkan belum sempat aku miliki sama sekali.
(via mbeeer)
7 Tahun Berkomitmen: Berjilbab Menuntunmu bukan Menuntutmu.

Eh? Judulnya aneh ya? Haha maksud berkomitmen bukannya menikah lho yaaaa tapi komitmen yg dimaksudkan disini adalah berjilbab. Kalo menikah, yaaaa didoakan saja… #lah #ujung22nyamintadoa


Baiklah. Jadi tahun ini adalah tahun ketujuh gue menutup aurat gue dengan menggunakan kerudung/hijab/jilbab. Sebenernya gue lebih seneng pake kata ‘kerudung’ atau 'jilbab’ dibandingkan 'hijab’ haha. Jadi, gue pake jilbab itu awal pas mos masuk SMA. Kenapa pas mos? Karena gue gamau rambut gue dikuncir22 wqwq.

Eh tapi alesan gue berjilbab bukan karena mos ituu haha. Sebenernya gue pengen pake kerudung udah dari pas sd mau ke smp. Eh kaya nyokap nanti dulu ajaa, pas sma soalnya takutnya gue buka tutup kaya tudung saji huahahaha.


Jadi alesan lu berjilbab sebenernya apaa?


Dulu, gue masih 14tahun, alasan gue kenapa pengen berjilbab karena…… Pertama, karena kewajiban yang pasti yaa. Kedua, I think i look much prettier ajaaa kalo pake jilbab HAHAHAHAHA ANJIR PEDE BANGET YEE. Soalnya gue ngerasa diri gue lebih 'mendingan’ pake jilbab dibandingkan dengan rambut awut22an terurai. Ketiga, dulu berpikiran bahwa nanti bisa lebih dikenal dengan pake jilbab, misalnya dikenal dengan 'Dilla mana sih? Dilla yang pake jilbab badannya gemuk ituuu’ haha gitulahh. Dan gue sama sekali ga kepaksa ngambil keputusan pake jilbab haha iyelah orang gue masih 14taunnn.


Lu udah yakin diri lu baik banget sampe mau berjilbab? Kenapa ga kepikiran perbaiki hati dulu?


Hngg…. Baiklah. Kan tadi gue udah jelasin diatas kalo saat itu gue masih 14 tahun dan ambil keputusan buat berjilbab. Alasannya pun juga yaa alesan anak smp-sma bangetttt. Saat gue ambil keputusan pake jilbab, gue ga sama sekali mikirin soal akhlak gue atau kebaikan gue. Ngga sama sekali. I just though, i want to wear hijab karena kewajiban dan pengen keliatan cantik aja (padahal mah ya biasa aja ga cantik22 banget juga).

Berarti saat itu lu masih begajulan dong?

Iyaa. Gue masih begajulan. Bahkannn, pas kelas satu sma ucapann gue masih kaya orang jahiliyah. Sering berumpat, masih sering ngelawan mama-papa. Iya dulu gue kaya gituu meskipun teteppp penampilan menutup aurat dan berjilbab. Dan gue alhamdulillah tidak pernah merasa ragu untuk berjilbab. Apalagi pengen ngelepas jilbab. Ngga sama sekali. Naudzubillahi min dzalik.


Alhamdulillah, semakin lama sikap gue berubah. Gue jadi menahan diri untuk ga berumpat ataupun mengucapkan kata22 kasar. 'Inget jilbab, Dillll. Ingettt’. Gue juga selalu berusaha memperbaiki ibadah gue, sholat 5waktu meskipun yaa kadang masih bolong22 hehehehehe.


Intinya, saat gue memutuskan untuk berjilbab gue ga memikirkan soal akhlak gue. Gue malah baru sadar bahwa dengan berjilbab, jilbab itu akan menuntun lu ke jalan yang benar dan menuntun lu untuk menjadi lebih baik lagi bukan menuntut lu untuk menjadi orang yg baik.


Apakah lu udah berani tampil syar'i?


Belum. Gue belum berani untuk tampil syar'i yang bener-bener syar'i hehehehe. Pakaian gue panjang tapi ga terlalu syar'i. InsyaAllah akan berusaha hehe


Pernah nyesel ga pake jilbab?


Gaaa laaahhh. Ga sedikit puun. Gue malah sebel krn badan gue yg ga kurus22 jadi susah buat keliatan febyeles kalo mau mix&match ala fashion hijabers wqwqwq. Gue happy pake jilbab. Gue jarang bgt ngerasa kegerahan. Gue ga perlu mikirin potongan rambut yg gagal atau ga bagus wqwq. Gue malah pengen warnain rambut gue warna ijooo (?)

Gue ingettt banget apa kata guru gue pas SMA, Pak Catur. Beliau bilang:
“untuk kalian anak perempuan yang sudah berjilbab, meskipun akhlak kamu belum baik, setidaknya kamu telah selangkah lebih maju dibandingkan yang lain. Karena kamu telah melakukan satu kewajiban perempuan yang perempuan lain belum melakukannya.”
.

Untuk kamu yang belum berjilbab dan masih menunggu hidayah atau masih ingin memperbaiki hati lebih dulu,

Kamu tidak perlu menjadi baik dengan berjilbab tapi dengan berjilbab kamu akan memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. Karena berjilbab itu menuntunmu bukan menuntutmu.

Don’t get too happy just because he’s nice to you. He’s nice to everyone.
Nam Jooyeon (Cheese In Trap)
Dia bukan yang terbaik. Kau hanya sudah terbiasa hidup dengannya. Ketika kau mau kembali membuka hati, semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi yang terbaik.
 
Percayalah, yang buruk sengaja Tuhan lepaskan agar yang baik mempunyai kesempatan untuk datang.
(via mbeeer)
Jika kalian cinta, tahan sebisanya. Diam saja. Tak usah bilang apa-apa. Kalau sakit, adukan pada Allah saja.
Asa Mulchias
His brown eyes…
Me.
Pria bertugas mendengarkan sebanyak apapun keluh-kesah wanitanya. 
 
Wanita bertugas meredamkan sebesar apapun ego prianya.

That a relationship should be. (via mbeeer)

Agree. Sepakat.

Jangan kembali bila tak ingin menetap. Jangan mendekat bila hanya ingin melambungkan harap. Sebab kau tentu ingat, aku sudah pernah kehilanganmu satu kali. Jadi kumohon, jangan membuatku merasakannya kembali.

Hujan Mimpi

(via hujanmimpi)